Hiii…
Tepat sebelum itu, kenyataan bahwa jarak menjadi lonjak batu besar yang menghadang kita berdua,
Pertemuan singkat, ucapan singkat tanpa diduga-duga…
Rindu…
Aku selalu berharap ketika aku mengucapkannya tidak akan menjadi beban untukmu atau untukku,
Aku berharap kata rinduku bukan hanya menjadi kegiatan ku setiap hari, bukan menjadi kegelisahan dirimu, karna sejujurnya aku sangat rindu…
Singkat…
Sesingkat itu pertemuan kita, sesingkat itu juga kita jadian, dan sesingkat itu juga hubungan kita. Karna aku terlalu lelah menghadapi kebohongan yang aku tak tau itu bohong apa engga. Kangen yang aku juga ngga tau itu kangen atau hanya masalah hubungan dan seharusnya bertemu ataupun hal lainnya.
Dan sekarang semoga kehidupan semuanya lebih baik, aku selalu merindukanmu sesingkat apapun itu…

Sudah lama ya, dan benar begitu cepatnya waktu berlalu…
Aku udah begitu lupa akan pertemuan kita, seperti takdir yang menemukannya, begitu cepat merasakan dan begitu cepat juga melupakannya, jujur rasa ini cukup berbeda, aku susah untuk mengendalikannya, aku susah untuk tidak merasakannya. Aku udah coba agar melupakannya tapi tetap gk bisa.
Aku lupa pertemuan kita, aku lupa percakapan pertama kita, aku lupa bagaimana rupa mu, aku lupa kenapa bisa jatuh hati kepadamu, satu hal yang aku tetap ingat bahwa kamu masih disini atau pernah disini dihatiku…
Aku terlalu naif memutuskanmu waktu itu, itu bukan hanya kerinduan belaka. Tetapi, juga ketakutan penghianatan, ketakutan pembohongan. Aku yakin kamu bisa meyakinkan aku lebih dari ini, tapi aku tetap berfikir kalo kita belum bisa bersama.
Dan aku berharap Tuhan mempertemukan kita kelak nanti….

Cinta seperti mereka, melakukannya bersama samaaaa…
Apa kita tak bisa melakukannya?
Apa kita tak bisa melakukannya seperti mereka? Apa kamu tak menginginkannya? Apa ini hanya cinta sepihak? Apa ini hanya perasaan sepihak? Apa ini hanya rasa sesaat yang sebenarnya tlah menghilang dari dirimu?
Kenapa kamu menjalaninya? Kenapa kamu mengatakan cinta? Kalo sebenarnya kamu tidak ingin mengatakannya
Kenapa kamu mengatakan sayang?kalo kamu juga tak ingin mengatakannya,
Kenapa kamu memiliki? Padahal kamu juga tidak menginginkannya.
Kenapa kamu memberikan ruang?tetapi itu hanya ruang kosong. Seperti rumah tanpa penghuninya,

Kamu yang datang, kamu yang mengatakan kamu sayang, kamu cinta, kamu suka, kamu bakalan jagain, bakalan percaya, kamu yang ngeyakinin aku tentang semua ini. Dan setelah aku yakin, aku percaya, aku belajar sayang, suka, n cinta kamu, sudah terlalu dalam kenapa kamu pergi? Kenapa kamu lebih memilih dia? Semuanya ini apa? Maksdnya dengan semua ini apa? Aku ngga paham dengan pemikiran kamu, aku sakit. Lebih sakit dari biasanya “aku diangkat ke atas dan dihempaskan begitu saja” aku lebih rapuh dari sebelumnya, lebih susah untuk tersenyum, lebih merasa seperti orang bodoh.

Aku kangen banget sama kamu, kangen suara kamu, kangen suara ketawa kamu, kangen waktu kita saling bertukar pikiran, kangen waktu kamu marah aku ngomongin masalah jarak, kangen kamu bilang jangan sampe telat makan, aku kangen itu semuaaa…. sekarang kamu udah punya dia, dia yang aku ngga tau siapa, dia yang aku ngga tau dtng drmna, dia pnyebab kamu menjauh dan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal :’)
Aku sudah berusaha jadi orang yang baik disini, ngga macam” , selalu menjaga perasaanku untuk kamu aja, tapi apa skrg? Ah sudahlah jadi sekarang “kita jangan terlalu percaya sama orang yang cuma bikin kita nyaman, tetapi kita juga harus tau asal usul dia, perkenalan awal tidak cukup disitu aja, tetapi harus lebih mengenal lagi”